Mahasiswa Prodi Jurnalistik Islam FDKI IAIN SAS BABEL Kunjungi SQ Radio Pangkalpinang

avatar Administrator
Administrator

8 x dilihat
Mahasiswa Prodi Jurnalistik Islam FDKI IAIN SAS BABEL Kunjungi SQ Radio Pangkalpinang

JI.IAINSASBABEL.AC.ID - BANGKA. Dalam rangka menambah wawasan dan pengalaman praktik lapangan, mahasiswa semester 5 Program Studi Jurnalistik Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melakukan kunjungan ke SQ Radio 104,3 FM Kota Pangkalpinang pada Rabu, 12 Oktober 2022. Kegiatan ini menjadi bagian dari praktik langsung pada mata kuliah Jurnalistik Radio dan TV yang diampu oleh Rahayu Rahmadini, M.Kom., salah satu dosen Program Studi Jurnalistik Islam.

Kunjungan ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan pembelajaran di luar kelas agar mahasiswa tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana dinamika kerja di dunia penyiaran radio. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran nyata mengenai pekerjaan di lapangan yang nantinya akan mereka hadapi, khususnya dalam bidang media radio dan penyiaran.

Kehadiran dosen bersama mahasiswa Program Studi Jurnalistik Islam disambut hangat oleh Safril, selaku komisaris sekaligus penyiar di SQ Radio 104,3 FM. Dalam kesempatan tersebut, Safril juga memberikan penjelasan secara detail mengenai sejarah berdirinya SQ Radio 104,3 FM, sekaligus memperkenalkan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia kerja penyiaran radio.

Safril menyampaikan harapannya agar kunjungan ini dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa semester 5 yang ke depan akan menjalani PPLK atau Praktik Kerja Lapangan. Menurutnya, pengalaman berkunjung langsung ke media radio dapat membantu mahasiswa lebih siap dan tidak gugup ketika nantinya harus terjun langsung menjadi penyiar radio atau bekerja di dunia media.

“Dengan adanya kunjungan ke SQ Radio ini, saya berharap dapat memberikan ilmu baru untuk mahasiswa Prodi Jurnalistik Islam, terkhusus mahasiswa semester 5 yang nantinya akan PPLK, supaya ke depannya tidak gugup lagi ketika harus menjadi penyiar radio,” ujar Safril.

Selain mendapatkan penjelasan mengenai dunia radio, kunjungan ini juga diisi dengan bincang-bincang santai namun edukatif. Suni, salah satu penyiar SQ Radio 104,3 FM, melanjutkan diskusi bersama mahasiswa semester 5 yang hadir, di antaranya Rian, Hanafi, Aditya, Maya, Sofi, dan Siti. Percakapan tersebut membahas pengalaman perkuliahan di Program Studi Jurnalistik Islam sekaligus ketertarikan mahasiswa dalam mendalami dunia media.

Salah satu mahasiswa Prodi Jurnalistik Islam, Hanafi, mengungkapkan bahwa kunjungan ini sangat bermanfaat dalam menambah ilmu dan wawasan baru, terutama dalam memahami perkembangan media di era digital saat ini. Ia juga menilai bahwa setiap proses pembelajaran pasti memiliki tantangan, termasuk ketika mahasiswa harus turun langsung ke lapangan untuk merealisasikan materi yang telah dipelajari di kelas.

Menurut Hanafi, kesulitan yang dihadapi pada awal praktik bukanlah hambatan, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang akan menjadi pengalaman berharga apabila dijalani dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.

“Kunjungan ini diharapkan banyak menambah ilmu dan wawasan baru, terlebih dalam memahami media di era digital saat ini. Tentunya setiap kesulitan pasti ada dalam setiap langkah yang kita hadapi, namun bagaimana kita dapat mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Seperti awalnya kami merasa kesulitan ketika harus ke lapangan guna merealisasikan materi yang disampaikan dosen, namun hal tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan bahkan pelajaran yang sangat luar biasa jika kita melakukannya dengan ikhlas,” ungkap Hanafi.

Melalui kegiatan kunjungan ini, Program Studi Jurnalistik Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan semacam ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa, khususnya dalam memahami praktik jurnalistik radio secara langsung, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan profesi di masa mendatang.